Berita

Game Call of Duty Modern Warfare 2 Berhasil Pecahkan Rekor di Playstation Store

Call of Duty: Modern Warfare 2 memiliki perilisan terbaik untuk franchise di PlayStation Store. Antipasi yang tinggi untuk sequel game satu ini juga dikarenakan franchise yang rilis di tahu 2019, yakni Call of Duty: Vanguard gagal untuk memberikan kepuasan dibandingkan dengan series lainnya.

Sedangkan untuk Call of Duty Modern Warfare 2 ini dikabarkan akan menjadi game yang hits di tahun ini, dengan early access jumlah pemain bersamaan di Steam yang bersaing dengan judul sebelumnya.

Antara figur tersebut dan di dalam footage game yang menjadi viral mengenai seberapa realistik Amsterdam muncul, Modern Warfare 2 ini memberikan pengalaman optimis bahkan dari sebelum perilisannya, tapi sikap ini berubah saat adanya perilisan multiplayer. Tapi tidak peduli seburuk apa opini publik, ini masih belum menurunkan penjualan dari game satu ini.

Dalam tweet yang ditulis akun resmi PlayStation, merkea mengucapka selamat kepada Infinity Ward dan Activision untuk peluncuran terbesar di PlayStation Store yakni game Call of Duty.

“the biggest PlayStation Store launch EVER for a Call of Duty game.”

Tweet ini seakan mengonfirmasi bahwa ini merupakan pencapaian yang besar. Meski mereka tidak menyebutkan berapa angka spesifiknya, namun data fisik Inggris saat ini sudah tersedia, di mana Modern Warfare 2 naik 42% jika dibandingkan dengan Vanguard. Perbandingan data ini memang masih belum akurat.

Modern Warfare 2 semakin terlibat dalam kontroversi pada hari-hari setelah peluncuran, sebagian besar berkaitan dengan keadaan multipemain, yang oleh para pemain dituduh kekurangan fitur dan diganggu dengan bug.

Contoh pemain yang terbang telah diperhatikan dalam mode invasi Modern Warfare 2, serta loop tak berujung cutscene selama kampanye. Selain itu, kritik dilontarkan ketika terungkap bahwa edisi fisik game ini akan hadir dengan hanya 75MB data pada disk, yang membutuhkan pengunduhan lebih dari 100GB.

Waralaba Call of Duty telah menjadi pusat perselisihan baru-baru ini antara PlayStation dan Xbox, dengan yang pertama mengutip raksasa FPS sebagai alasan mengapa akuisisi Activision Blizzard yang terakhir dapat membuktikan anti-konsumen.

PlayStation telah berargumen kepada regulator di seluruh dunia bahwa waralaba seperti Call of Duty sangat penting untuk bisnis, sehingga eksklusivitas berpotensi berdampak negatif pada industri. Tanggapan terhadap klaim tersebut telah melibatkan menunjukkan penggunaan eksklusivitas PlayStation sendiri yang berkelanjutan untuk hampir semua rilis pihak pertama, yang dimaksudkan untuk mendorong penjualan perangkat keras dan menarik konsumen.