Uncategorized

Total War: Pharaoh. Game terakhir dari Creative Assembly

Ada banyak perihal yang bisa dibahas perihal Total War: Pharaoh. Game terakhir dari Creative Assembly ini mempunyai kami kembali ke Zaman Perunggu yang terkenal dengan permainan, di puncak kekuasaan Mesir, tepat sebelum saat kehancuran peradabannya.

Total War: Pharaoh memberi kami banyak kebebasan, bersama opsi yang bisa disesuaikan dan mekanisme baru yang menjadikan kampanye ini jauh lebih dinamis. Meski begitu, energi tarik ini terkendala beberapa kasus penting, yang dapat saya jelaskan secara rinci didalam ulasan ini.

Jika anda menyukai game strategi kolosal dan masa Mesir kuno, bisa saja besar udah menantikan game ini. Total War: Pharaoh tawarkan setidaknya delapan pemimpin di tiga budaya berbeda: Mesir, Kanaan, dan Het. Saya menentukan Ramses situs judi bola terpercaya III dari Mesir untuk permainan pertama. Alasannya gara-gara mengacu terhadap wawasan sejarah saya yang lebih familier bersama nama ini.

Bangsa Mesir yang terhadap masanya cukup superior ini memberi tambahan awal yang baik, menyebabkan saya bersemangat untuk menguasai lokasi kekuasaan perdaban lain. Ramses III berkutat di lokasi timur mesir, yang segera berhadapan bersama bangsa Kanaan. Saya capai kemenangan sehabis beberapa lusin putaran, saya bersama bersemangat melanjutkan kampanye saya untuk merebut lebih banyak lokasi dan landmark.

Saya terhitung keliru satu fans berat seri Total War, udah memainkannya sejak masa Medieval hingga Warhammer III. Menekankan unsur historis, bisa dibilang ini pertama kalinya pihak developer fokus terhadap bangsa Mesir. Sebelumnya mereka udah memasukkannya terhadap seri Rome dan Rome II, yang rasanya sangat dibuat simpel untuk peradaban yang miliki kisah tersendiri ini.

Setiap penguasa miliki kemampuan uniknya masing-masing yang menyebabkan tiap-tiap Shemsu Hor – sebuah festival tahunan di dunia kuno. Ramses bisa merekrut prajurit elit Medjay, serta menyebabkan pasukannya menyerang lebih-lebih dikala didalam posisi berbaris. Sedangkan Kurunta mendapatkan buff tentara yang menyebabkan kekhawatiran dan membuahkan bonus kala menghancurkan pemukiman.

Berbicara perihal pemukiman, kali ini anda tidak cuma dapat mengelola satu bangunan berwujud kota utama di provinsi kekuasaan. Total War: Pharaoh memperkenalkan outpost, bangunan tambahan yang secara lazim bermanfaat menambah layanan satu provinsi, sekaligus bonus kepada pasukan yang menghampirinya.

Ada yang memberi tambahan memproduksi sumber energi tambahan, bonus tambahan untuk memuja dewa, dan garnisun yang secara otomatis memperkuat kota terdekat jikalau terkepung. Pasukan yang berinteraksi bersama outpost ini dapat mendapatkan buff seperti ongkos upkeep yang rendah, atau energi jangkau perjalanan didalam satu turn yang lebih jauh.

Bangsa kuno tak lepas dari pemujaan terhadap dewa-dewi. Total War: Pharaoh mempunyai sistem Deities yang meminta anda untuk memberi tambahan dedikasi kepada beberapa dewa sekaligus. Tidak semua dewa bisa disembah terhadap awal permainan, kami harus berinteraksi bersama bangsa atau faksi lain yang udah menganut ajarannya lebih dulu. Ini terhitung berlaku untuk faksi didalam satu bangsa, jikalau anda tidak miliki pertalian diplomatik yang bagus.

Bangsa Mesir kuno menyembah Ptah, yang dapat memberi tambahan bonus sumber energi yang cukup ke didalam memproduksi komoditas. Memberikan dedikasi melalui bangunan khusus seperti kuil dapat menambah Tier Bonus. Semakin tinggi Tier Bonus dapat membuka kesempatan anda menugaskan satu jenderal khusus untuk dewa tersebut, yang artinya dapat memberi tambahan bonus tambahan lagi. Tidak cuma satu bangsa, kami terhitung bisa menyembah dewa dari peradaban lain, bersama keseluruhan hingga tiga dewa yang bisa disembah.

Ada yang memberi tambahan memproduksi sumber energi tambahan, bonus tambahan untuk memuja dewa, dan garnisun yang secara otomatis memperkuat kota terdekat jikalau terkepung. Pasukan yang berinteraksi bersama outpost ini dapat mendapatkan buff seperti ongkos upkeep yang rendah, atau energi jangkau perjalanan didalam satu turn yang lebih jauh.

Bangsa kuno tak lepas dari pemujaan terhadap dewa-dewi. Total War: Pharaoh mempunyai sistem Deities yang meminta anda untuk memberi tambahan dedikasi kepada beberapa dewa sekaligus. Tidak semua dewa bisa disembah terhadap awal permainan, kami harus berinteraksi bersama bangsa atau faksi lain yang udah menganut ajarannya lebih dulu. Ini terhitung berlaku untuk faksi didalam satu bangsa, jikalau anda tidak miliki pertalian diplomatik yang bagus.

Bangsa Mesir kuno menyembah Ptah, yang dapat memberi tambahan bonus sumber energi yang cukup ke didalam memproduksi komoditas. Memberikan dedikasi melalui bangunan khusus seperti kuil dapat menambah Tier Bonus. Semakin tinggi Tier Bonus dapat membuka kesempatan anda menugaskan satu jenderal khusus untuk dewa tersebut, yang artinya dapat memberi tambahan bonus tambahan lagi. Tidak cuma satu bangsa, kami terhitung bisa menyembah dewa dari peradaban lain, bersama keseluruhan hingga tiga dewa yang bisa disembah.

Anda mungkin juga suka...